Selasa, 18 November 2014

Kisah Ibu dan Anak



simbol kedudukan
ibu dan anak



Simbol kedudukan ibu dan anak versi supernova  kali ini bisa saja diwakili oleh kisah durhaka “Malin Kundang”, tetapi kisah itu menjadi wajar jika kita mengingat perlakuan Malin kepada ibunya. Sehingga biar lebih nyata kita akan mengangkat kisah Al-Qamah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Al-Qamah yang mengalami siksaan sakratul maut. Mulutnya tak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illalah. Mulutnya bagai terkunci kala dituntun Rasulullah mengucap kalimat tauhid. Allah menolak  amal ahli ibadah ini, karena tidak mendapat redho ibunya. Ibunya yang merasa tersakiti oleh sikap Al-Qamah kala hidup. Ketetapan hati Sang Ibu tetap tidak berubah walau mendengar kondisi anaknya meregang nyawa. Dia tetap tidak memaafkan anaknya sekalipun telah dibujuk oleh Kekasih Allah.
          Ibunya tetap bergeming, membuat Rasulullah mengambil sikap, bahwa Al-Qamah sebaiknya dibakar saja. Mendengar berita itu, naluri keibuannya tergetar, ibu Al-Qamah tidak tega menyaksikan anaknya dibakar hidup-hidup. Ibu Al-Qamah bersedia memaafkan kesalahan anaknya asal Rasulullah mengurungkan niatnya. Al-Qamah terbebas dari siksaan sakratul maut dan mampu mengucapkan kalimat tauhid di akhir kehidupannya.
          Kisah versi supernova simbol kedudukan ibu dan anak ini, merupakan simbol kekuatan suatu keberkahan. Tidak peduli seperti apa ibunya, perilaku dan hati sang anak dalam menghargai simbol pembawa restu dan keberkahan inilah penentunya. Simbol ibu adalah simbol keridhoan Allah SWT. Kerendahan dan ketawadu’an hati seorang anak menjadi sarana untuk menerima cahaya dari Ilahi berupa hidayah. [supernova]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar