simbol kedudukan
ibu dan anak
Simbol kedudukan ibu dan anak versi supernova
kali ini bisa saja diwakili oleh kisah
durhaka “Malin Kundang”, tetapi kisah itu menjadi wajar jika kita mengingat
perlakuan Malin kepada ibunya. Sehingga biar lebih nyata kita akan mengangkat
kisah Al-Qamah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Al-Qamah yang mengalami
siksaan sakratul maut. Mulutnya tak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illalah. Mulutnya bagai
terkunci kala dituntun Rasulullah mengucap kalimat tauhid. Allah menolak amal ahli ibadah ini, karena tidak mendapat
redho ibunya. Ibunya yang merasa tersakiti oleh sikap Al-Qamah kala hidup. Ketetapan
hati Sang Ibu tetap tidak berubah walau mendengar kondisi anaknya meregang
nyawa. Dia tetap tidak memaafkan anaknya sekalipun telah dibujuk oleh Kekasih
Allah.
Ibunya
tetap bergeming, membuat Rasulullah mengambil sikap, bahwa Al-Qamah sebaiknya
dibakar saja. Mendengar berita itu, naluri keibuannya tergetar, ibu Al-Qamah
tidak tega menyaksikan anaknya dibakar hidup-hidup. Ibu Al-Qamah bersedia
memaafkan kesalahan anaknya asal Rasulullah mengurungkan niatnya. Al-Qamah
terbebas dari siksaan sakratul maut dan mampu mengucapkan kalimat tauhid di
akhir kehidupannya.
Kisah
versi supernova simbol
kedudukan ibu dan anak ini, merupakan simbol kekuatan suatu keberkahan. Tidak
peduli seperti apa ibunya, perilaku dan hati sang anak dalam menghargai simbol
pembawa restu dan keberkahan inilah penentunya. Simbol ibu adalah simbol
keridhoan Allah SWT. Kerendahan dan ketawadu’an hati seorang anak menjadi sarana
untuk menerima cahaya dari Ilahi berupa hidayah. [supernova]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar